Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Baca Pikiran Introversion


Aku sudah lama tenggelam dalam kecemasan, terus berpikir dan menarik diri sebab merasa rendah diri tak berkesudahan.  Bahkan hal yang belum dimulai pun sudah terpikirkan olehku bagaimana nanti penyelesaiannya. Lantas, aku menganggap diriku tidak pantas. Aku berpikir kalau aku bukanlah siapa-siapa yang diinginkan sesiapa. Tangguh dan tangguh, terkesan angkuh sebab sering tidak punya kesempatan untuk didengar.

Aku tidak pernah menyalahkan sesiapa untuk hal ini, ini problematika yang datang dari diriku sendiri, hingga tumbuh menjadi pribadi yang minim percaya diri. Terlalu fokus pada pikiran, perasaan, dan mood yang berasal dari dalam diri (Internal), dibandingkan mencari stimulasi dari luar. Butuh proses panjang untuk bisa menerima dan mencintai diri sendiri, aku kerap kali menyalahkan dunia yang mengasingkan manusia seperti aku. 

Ternyata aku salah. Ya, aku yang salah. Aku yang terlalu semrawut, berharap dipahami padahal diri sendiri enggan memahami. Merasa diasingkan, padahal diri sendirilah yang sengaja mengasingkan diri. Merasa tidak diterima, padahal seringnya menarik diri. Ingin didengarkan tapi tak mau buka suara. Untuk menyadari ini semua juga butuh waktu begitu lama, perlu introspeksi diri sedemikian dalam.

Aku harus melihat dulu aku yang apa adanya. Bukan aku dengan versi yang harus sempurna di mata dunia. 

Kamu benar, aku memang terlihat tidak peduli. Tapi aku bukan tidak peduli seperti apa yang kamu pikirkan. Kuakui, aku sensitif. Kebiasakanku ialah mendengar dan mengamati. Ketika kamu mengatakn sesuatu yang itu disengaja atau tidak, kamu sadari atau tidak kalau itu menyakiti. Saat itu aku mungkin hanya diam bahkan tersenyum. Aku adalah tipe orang yang susah melupa. Sehingga jika suatu hari kamu merasa aku tidak memanusiakan kamu, kamu hanya perlu membalik memori lama, barangkali ada kata setajam paruh elang yang sengaja atau tidak kamu tancapkan di sana. 

Remove the old me from your mind. I am not the same person i was. I am growing, evolving and adapting. Don’t discrupt my peace just because you can’t figure me out or get a hold of me.

Salah satu penerapan sederhana memanusiakan sesama manusia lain, belajar memahami sebelum menghakimi. Jangan sesekali memberi beban moril, sebab itu membuat diri seseorang semakin merasa terisolir. 

Aku termasuk yang susah membagi rahasia. Jika kamu mendapati aku berbagi nestapa, suka duka, serta jatuh cinta berarti kamu sudah kuanggap manusia yang manis dan berbeda. Kalau aku boleh meminta satu hal, jangan pernah membuat aku menyesal karena telah percaya dan menganggap kamu manusia yang berbeda.

Terima kasih telah menerima apa adanya, terima kasih untuk yang beberapa kali menyangkal ketika aku menyebut diri tidak berharga.

In a gentle way, you can shake the world. Like: Mahatma Ghandi “Queit Leadership” is not an oxymoron.
Nona Introversion

Rahmariz
Rahmariz Menulis Untuk Kesenangan!

Post a Comment for "Jangan Baca Pikiran Introversion"