Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jejak Rindu Untuk Teman Sekelas

 

Dok. Kelas Jurnalistik B

Selamat pagi, atau siang, atau sore, atau petang, atau malam, atau tengah malam, atau selamat subuh menjelang fajar atau kapan saja saat kau sedang membaca ini; Maaf bila aku terlalu spesifik sejak kalimat pertama. Itu dia kesukaanku, mendetail hal terbesar sampai paling kecil yang orang lain mungkin tak sadar. Ini juga berlaku pada tiap aspek kehidupanku.

Halo teman sekelasku! Maya, Nining, Vivi, Dhifa, Linda, Baihaki, Anto, Diana,Ferdi, Ichak, Indri, Ines,Isti, Yuri, Niza, Itis,Salman, Uci, Vika, Yesi, Vito, Taufik, Ihsan, Winda, Arfan, Meme,Ame, Adit, Ikhsan, Akmal, Eko, Ilham, Jeri, Robi, Arfan, Rafik, dan Rama. Semoga kamu semua dalam keadaan sehat dan bahagia selalu ada padamu.

Untuk orang semelankolia diriku, sudah barang pasti tulisan ini dibuat sedikit atau banyak puitisnya.

Barangkali sedikit yang akan mengingatku, sebab di kelas aku merasa tak lebih dari seorang yang antara ada dan tiada—jarang bersuara, tidak memiliki kelebihan apa-apa, kapasitas intelektual tergolong biasa-biasa saja, hobiku hanya mengotak-atik dan merakit kata. Kesukaanku adalah mendengar,menyimak, kemudian menyimpan. Semoga saja kamu kembali mengenang aku dengan membaca ini. Aku sendiri masih menyimpan kamu semua dengan baik di dalam ruang ingatan.

Ini tentang kita yang dipertemukan di kelas Jurnalistik. Dunia perkuliahan Jurnalistik yang penuh warna-warni, layaknya perjalanan hidup kita yang penuh suka duka. Aku dan kita pasti rindu dengan suasana kelas dan manusia-manusia Jurnalistik B yang mempunyai segudang jokes untuk mencipta tawa. Seolah tidak punya beban apa-apa. Iya, seingatku tiada hari tanpa canda di kelas Jurnalistik B, kelas yang aku banggakan meski katanya dikenal kelas berandalan.

 

Dok. Kelas Jurnalistik

Kamu semua masih ingatkan? Dosen dengan gamblangnya menyebut kelas Jurnalistik B itu tidak sebaik kelas lain, condong ke buruk, kelas paling sulit diatur, berantakan dan masih banyak lagi mungkin. Yang pada akhirnya itu semua hanya akan menjadi kenangan—tak terlupakan.

Kata pepatah klasik, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Sekeras apapun kita memulai dan menjalani hari-hari kemudian. Hingga kita berada di suatu titik yang dinantikan, akhir dari sebuah perjalanan dan perjuangan.

Ada banyak hal di dunia yang tidak bisa kita lawan atau ubah, perpisahan misalnya. Mengikhlaskan adalah jalan terbaik agar dirimu sendiri terbebas dari kesedihan yang tak terbatas.

Hidup tidak melulu tentang kamu atau kita, tidak akan selalu tentang apa mau kita. Tidak semuanya bisa menurut keinginan kita. Jika saja selalu tentang keinginan kita, tentu kita tidak ingin ada yang namanya pisah.

Jurnalistik UIN SUSKA RIAU
Dok. Kelas Jurnalistik UIN SUSKA RIAU

Aku tidak tahu akan menceritakan tentang apa lagi, tentang karakter teman-teman sekelasku? Seharusnya begitu. Tapi tidak adil juga rasanya apabila aku hanya menceritakan beberapa orang yang dekat denganku saja, atau menceritakan semua yang akan membuat tulisan ini jadi sebuah novel. Pada intinya, aku percaya dan mempercayakan kamu semua orang-orang yang baik dan terdidik.

Terlepas dari itu semua aku akan menceritakan tentang aku, apa terlihat egois? Aku hanya ingin sedikit berbagi, mungkin tentang kesalapahaman yang ada pada kamu semua selama ini.

Tentang jiwa yang selalu menjadi pemeran sampingan bahkan untuk dirinya sendiri. Mahasiswa biasa, tapi bukan termasuk mahasiswa yang senang apabila dosen tidak masuk kelas, apalagi sampai ketinggalan banyak materi yang harusnya dikuasai. Kasihan uang negara juga orangtua yang membiayai.

Lalu bukan berarti aku adalah seseorang yang suka dicekoki tugas tanpa jeda dan diberi pasokan materi berisi teori-teori kaku. Aku dan mungkin kita semua butuh yang namanya jeda pada suatu waktu.

Aku merasa tak ubahnya sang figuran yang tidak mampu mengutarakan pendapat, apalagi sampai menggemparkan kampus karena prestasi dan orasi. Aku hanya manusia biasa yang takut datang terlambat ke kelas apalagi sampai tak mengerjakan tugas.

Aku adalah sosok yang selalu dirundung insekuritas yang terus membuas. Selalu bersembunyi, diam-diam hingga padam. Kamu mungkin salah seorang yang selalu melihatku diam, diam, dan diam. Teman baikku adalah kemisteriusan dengan insekuritas yang tiada bandingan.

Ketahuilah, di balik keterdiaman, aku tidak akan berpikir dua kali untuk membantumu, membereskan segalanya meskipun kenyataannya diriku masih terlihat berantakan dan tak terlihat rupa. Aku akan membantu, sebab aku tahu bagaimana perihnya berjuang sendiri dan tak seorangpun memperdulikan.

Aku sudah lama tenggelam dalam kecemasan, terus berpikir dan menarik diri sebab merasa rendah diri tak berkesudahan.  Bahkan hal yang belum dimulai pun sudah terpikirkan olehku bagaimana nanti penyelesaiannya. Lantas, aku menganggap diriku tidak pantas. Aku berpikir kalau aku bukanlah siapa-siapa yang diinginkan sesiapa. Tangguh dan tangguh, terkesan angkuh sebab sering merasa tidak punya kesempatan untuk didengar. Padahal diri sendiri yang enggan bersuara.

Pada intinya, di Jurnalistik B, bersama kawan-kawan sekelasku Jurnalistik B aku merasa lebih baik dan menemu kenyamanan yang rasanya tidak ingin aku tinggalkan dan ditinggalkan. Tapi balik lagi tadi, yang namanya perpisahan tidak akan dapat kita lawan.

Mohon maaf atas segala kesembrawutan dan absurditas yang ada pada tulisan ini, sebab aku hampir kehilangan banyak kata-kata untuk mendeskripsikan betapa banyaknya kenangan--  indahnya, manisnya, dukanya,kenyamanan dan kekeluargaan yang ada pada Jurnalistik B.

Kalau ada waktu, ayo kita adakan temu.

Kalau ada waktu, mampirlah ke rumahku.

Teruntuk inisiator dan tim suskses tulisan (Hingga dibukukan) ini, juga kamu semua yang telah bersedia mengabadikan kenangan kita, terima kasih sudah mau berusaha sekuat tenaga hingga menyisakan kenangan tak terlupa.

Semoga kita semua diberi umur yang panjang. Agar kelak kita bisa kembali bersua, bercanda dan tertawa kembali di reuni yang telah kita sepakati.

Jurnalistik B, its something! Amazing!

Wassalamualaikum, Rindu.

Tulisan ini sebelumnya sudah dibukukan bersama kelas Jurnalistik B UIN SUSKA RIAU angkatan 2017.

Rahmariz, 8 Mei 2019

Post a Comment for "Jejak Rindu Untuk Teman Sekelas"